Menyemai Manfaat 3
Akhirnya aku mendapatkan lagi ketenangan, setelah melewati hari-hari menyelesaikan laporan, melewati hari-hari pontang panting meneima kunjungan kerja pegawai kementrian dan kemudian dilanjutkan dengan hari-hari mendampingi kunjungan berwisata dan memancing. setelah beristirahat setengah hari. Aku mulai menulis lagi. Berusaha mengejar ketinggalanku dan berharap dengan menulis akan dapat memberi manfaat bagi orang di sekitarku. Menemukan misi baru dengan menulis menyemai manfaat.
Aku siap menulis lagi dan bersiap akan kejutan yang akan datang.
Teringat dua hari yang lalu ketika berbaring tengah hari karena rasa kantuk berat, badan yang lemah karena waktu makan yang terabaikan dan kepala yang sudah terasa pusing karena tegang berpikir seharian. Aku rasakan tulang-tulang punggung yang merasa telah dizolimi sekarang mendapat haknya untuk istirahat. Berusaha tetap tenang dengan waktu tengat yang semakin mendekat. Sebuah pesan masuk ke wa ku. Dari serorang relawan yang dengan sukacita menerima tugas untuk mengantarkan al quran –al quran ke rumah guru mengaji. Berlokasi di satu desa yang jauh dari kota kabupaten. Kondisi di sana memprihatinkan dengan keadaan al quran yang sudah lusuh tidak bersampul dan kekuningan dan jumlahnya yang tidak memadai membuat anak-anak yang berjumlah 35 orang harus antri menunggu gilirannya untuk dapat memegang dan membaca al quran.
Janji kami untuk sama-sama pergi terkendala kesibukan masing-masing. Hingga ia memutuskan untuk pergi sendiri dengan sepaeda motornya.
Komentar
Posting Komentar