Berbagi 4
Setelah aku yakin bahwa saatnya tepat, kusampaikan amanat dari pesan wa yang tadi masuk. Permintaan dari kelompok cabe untuk meminjam mesin air dari kelompok Ibu Ratu.
“ Bu! mesin air yang di sawah bisa tidak kita pindahkan ke kelompok lain? ” sebuah pertanyaan yang mengharapkan jawaban ‘iya’.
“Kelompok cabe sangat memerlukan mesin itu untuk menyiram tanamannnya” lanjutku memberi keterangan.
Semenjak cabe menjadi penyebab inflasi karena harganya yang meroket, Tugas kami ditugaskan untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas tanaman cabe. Setiap ada kendala yang petani cabe laporkan harus kami tanggapi dengan perhatian khusus. Namun, tanaman padi yang diusahakan kelompok Ibu Ratu juga tanaman yang penting. Ibu Ratu memiliki segala hak untuk menolak permintaan itu. Dengan mudah ia dapat mencomot salah satu permasalahan pertanian yang kompleks mulai dari teknis budidaya, masalah perilaku dan dinamika kelompok. Aku menimbang-nimbang kemungkinan jawabannya dan berusaha mencari plan B jika ditolak.
“Bisa…bisa…bisa” jawabnya dengan suara yang jenaka menirukan upin ipin. Aku tertawa tanpa suara, gembira karena ia telah memudahkan urusanku dan merasa tergelitik dengan kejenakaannya.
“Bagaimana mereka mau menyiram kalau tidak ada mesin air, suruh lah mereka mengambilnya sore nanti” lanjutnya dengan rasa empati.
Aku kagum dengan kerelaannya untuk ikut bersusah payah membantu usaha tani di kelompok lainnya. Kesibukan dadakan yang menyertai perpindahan mesin air itu tidak sedikitpun menganggunya.
(Bersambung…)
#30DWC
#30DWC jilid 25
#Day 9
Komentar
Posting Komentar